
JAKARTA - Pasangan calon presiden-calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan M Jusuf Kalla-Wiranto diperkirakan akan melaju ke Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 putaran kedua. Mereka akan head to head memperebutkan orang nomor satu dan nomor dua di negeri ini.
Kedua pasangan tersebut diprediksi akan memperoleh suara di atas 30 persen, disusul pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto yang memperoleh suara di atas 20 persen.
Demikian hasil survei internal tertutup Lembaga Riset Informasi yang diungkapkan Direktur LRI Johan Silalahi, Selasa (7/7) siang di Jakarta. Johan merupakan tokoh yang berada di belakang sejumlah iklan Jusuf Kalla (JK) di televisi.
Survei ini dilakukan di 15 provinsi terpadat di Indonesia dan melibatkan 4.000-12.000 responden per provinsi. Survei dengan margin of error di bawah dua persen ini juga dikombinasikan dengan analisa sejumlah media massa.
Padahal, pada survei LRI sebelumnya, JK-Win dan Mega-Pro masih diperkirakan memperoleh suara 20 persen. Johan mengungkapkan, kenaikan tren dan popularitas JK-Wiranto dipengaruhi oleh migrasi politik pemilih maupun swing voters yang mulai memutuskan pilihannya.
"Masyarakat menilai JK sebagai sosok yang cepat, tegas, mudah diakses, representasi Jawa-Non Jawa, dan Bapak Perdamaian. Sebaliknya, di kubu SBY-Boediono, kerap terjadi blunder-blunder, seperti kasus etnis Arab, neolib, dan lainnya," ujar Johan.
Ia menjamin survei yang diadakannya objektif. "Jika Pilpres ternyata berlangsung satu putaran, saya langsung menutup LRI. Silakan dicatat," tegasnya.
Pakar ilmu politik Effendi Gazali menambahkan, pendekatan yang digunakan JK-Wiranto selama empat bulan belakangan ini lebih bersifat komunitas, mirip yang dilakukan Presiden AS Barack Obama ketika menjadi capres.
Pada Pemilu Legislatif lalu, LRI memperkirakan perolehan suara Partai Demokrat sebesar 20,8 persen, atau sama dengan hasil perhitungan resmi KPU.
Berayun di Sulsel
Sulawesi Selatan menjadi saksi kompetisi SBY dan JK. Peta suara di provinsi yang memiliki 5.846.878 pemilih terdaftar ini memang dinamis.
Pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, Partai Golkar merupakan penguasa suara di Sulawesi Selatan dengan mengantongi 25 persen suara. Namun bicara dukungan terhadap calon presiden, Lembaga Survei Indonesia menemukan SBY merupakan calon presiden paling favorit di pulau Sulawesi termasuk Sulawesi Selatan.
Pada Mei 2009, elektabilitas SBY di pulau Sulawesi mencapai 63 persen, sementara JK hanya 27 persen. Barulah pada pertengahan Juni 2009, pemilih SBY berayun ke JK: SBY dapat 50 persen dan JK dapat 41 persen.
Saat mengumumkan hasil survei 24 Juni 2009 lalu itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Saiful Mujani menyebut kenaikan JK karena dua faktor yaitu konsolidasi Partai Golkar dan strategi kampanye.
Belakangan, massa SBY-Boediono di Sulawesi Selatan yang berayun ke JK-Wiranto bertambah pula. Adalah pernyataan Koordinator Media Tim Kampanye SBY-Boediono, Andi Alfian Mallarangeng, yang membuat SBY semakin ditinggalkan. Andi menyebut dalam orasi kampanye calon wakil presiden Boediono, "Belum saatnya orang Bugis menjadi presiden."
"Pernyataan tersebut betul-betul menyentil pada etnisitas sehingga ada perasaan marah dan mengambil sikap memilih JK meski sebelumnya memilih SBY," kata pengajar ilmu politik di Universitas Hasanuddin, Makassar, Adi Suryadi Culla.
Menurut Adi, pemilih Demokrat di Sulawesi Selatan sebenarnya cukup fantastis, namun sekarang mengalihkan dukungan. Secara nasional, masyarakat Sulsel se-Indonesia bereaksi dengan pernyataan itu dan yang marah adalah mereka yang punya pengaruh di daerah-daerah yang mereka tempati.
Faktor kedua yang berubah pilihan adalah pemilih rasional. "Menurut saya, pemilih rasional yang juga agak "tersinggung" dengan pernyataan Alfian karena melihat bahwa siapapun bisa, selama mampu dan bisa memimpin, maka orang dari luar Jawa pun bisa," kata Adi.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin yang lain, Deddy Tikson, juga sependapat dengan Adi Suryadi. Menurut Guru Besar Ilmu Politik itu, pernyataan Andi mempunyai pengaruh paling signifikan di Sulsel. Namun secara nasional tidak terlalu signifikan.
Banyak orang Sulsel yang tadinya memilih SBY akhirnya memilih JK karena pernyataan itu. Pernyataan Andi juga berpengaruh pada masyarakat yang belum menentukan pilihan (mengambang), jumlahnya sekitar 30 persen akhirnya menjatuhkan pilihan ke JK karena tidak suka pernyataan Andi. "Saya perkirakan sekitar 2-5 persen akhirnya pilih JK," kata Deddy Tikson.
Dengan kata lain, jika bercermin pada survei terakhir LSI, JK-Wiranto bisa menjadi pemenang di Sulawesi Selatan. Hal ini karena didukung dua faktor lain seperti yang dilansir LSI, konsolidasi Golkar dan kampanye JK.
Namun berayunnya pemilih Sulawesi Selatan ke JK-Wiranto, secara nasional tidak terlalu besar. Deddy memperkirakan suara JK-Wiranto hanya bertambah 1-2 persen dari total suara nasional.(Sumber : Tribun Kaltim Online )
Ditengah kesibukannya Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam kembali meluncurkan buku yang merupakan buku ke-11 selama menjabat sebagai Wali Kota Bontang dua periode. Launching buku yang berjudul berjudul Perubahan Iklim dan Pemanasan Global di adakan di GOR PKT Bontang, Sabtu (20/6) dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup di Kota Bontang.
Buku dengan cover mayoritas hitam itu setebal 135 halaman dan berisi seputar definisi dan proses pemanasan global dan perubahan iklim, gas rumah kaca, penyebab terjadinya pemanasan global, serta dampaknya.
Di samping itu, buku tersebut juga mengupas kebijakan penanggulangan pemanasan global seperti kerangka negosiasi internasional, dan langkah-langkah antisipasi pemanasan global, serta bagaimana seharusnya menyikapi ancaman pemanasan global.
Dari kurang lebih 2450 pelajar tingkat SMP peserta UN Bontang yang terdiri 6 SMP Negeri dan 25 SMP swasta dan 2 Sekolah Luar Biasa ada sekitar 34 siswa yang tidak lulus UN, namun sebagian besar siswa tidak lulus tersebut karena tidak hadir hadir dalam ujian Nasional. Bila dibandingkan tahun sebelumnya angka kelulusan tidak berbeda jauh
Mau Cari Gambar "Wisata Seo Sadau" untuk membantu mendongkar Seo anda di kontes "Wisata Seo Sadau",,disi saya coba carikan trus kumpulin biar rekan2 enak tinggal ambil aja silahkan pilih gambar "Wisata Seo Sadau", "Wisata Seo Sadau", "Wisata Seo Sadau"....




"Wisata Seo Sadau"
Coba-coba ikutan kontes "Wisata Seo Sadau" sekalian mengasah kemampuan, tujuannya meningkatkan kemampuan lewat kontes "Wisata Seo Sadau" sekalian belajar-belajar sedikit tentang "bisnis online"
Kembali ke "Wisata Seo Sadau" merupakan salah satu andalan wisata Tarakan yang terletak di Propinsi Kalimantan Timur, yang konon katanya merupakan sebagai propinsi terkaya di Indonesia atau bahkan di Asia Tenggara. karena melimpahnya hasil bumi berupa bahan tambang seperti batubara dan lain sebagainya yang tentunya menngkatkan "lowongan pekerjaan" di kota "Wisata Seo Sadau"
Pada "Wisata Seo Sadau" terdapat Monumen Pompa Angguk bukti bahwa kawasan yng dulunya sempat sbagai basis pendudukan tentara Jepang pada masa penjajahan kini mampu bangkit mewujudkan impian masyarakat lokal hingga global menjelma berubah menjadi lumbung bahan bakar cair kebutuhan utama warga Indonesia.
adapun beberapa potensi pariwisata, antara lain:
1 Wisata Pulau Sadau "Wisata Seo Sadau"
2 Pusat Hiburan (wisata khusus)
3 Agrowisata
4 Wisata Bumi Perkemahan
5 Taman Kota
6 Wisata Kawasan Pantai
7 Wisata Kebun Binatang
8 Wisata Budaya
9 Wisata Belanja Modern
10 Wisata Kebun Raya
11 Wisata Taman Anggrek
12 Wisata Mangrove, dan wisata wisata lainnya
(Sumber:http://www.kaltimpost.web.id/index.php?mib=berita.detail&id=28541)
BLH Gelar Kuis Lingkungan
BONTANG - Tak mau kalah dengan perhelatan bertema lingkungan yang banyak diadakan di tingkat nasional, Pemkot Bontang melaui Badan Lingkungan Hidup (LH), Kamis (18/6), menggelar berbagai kegiatan yang salah satunya kuis lingkungan hidup dengan tema Your Planet Needs You-Unite to Combat Climate Change (UNEP-2009). Sedangkan di Indonesia tema yang diangkat adalah Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim.
Ruang Auditorium Pemkot Bontang tempat berlangsungnya acara sempat bergemuruh oleh aksi-aksi seru dari peserta kuis yang tiap regunya terdiri dari 3 orang dari perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan instansi vertikal seperti perwira dari Detasemen Arhanud Rudal 002 Bontang. Kuis yang digelar selama tiga hari berturut-turut ini menurut rencana akan mencapai puncaknya pada 20 Juni 2009 yang juga ditandai dengan peluncuran buku terbaru Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam yang berjudul Perubahan Iklim dan Pemanasan Global yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Alamanda PKT.
Sistem kuis diselenggarakan dalam format dua babak, yakni babak penyisihan dan babak final, sedangkan materi yang diberikan adalah seputar masalah lingkungan. Kuis itu sendiri dinilai oleh 3 juri yang terdiri dari Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam, Kepala Badan LH Ir Ening Widyastuti, Himawan dari Taman Nasional Kutai (TNK) dan Hamsah dari organisasi lingkungan Bikal.
Sebelum acara kuis dimulai, Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam mengungkapkan, pelaksanaan kuis bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan hidup serta menghargai arti pentingnya pelestarian lingkungan tanpa harus lalai sehingga terjadi kerusakan alam seperti yang terjadi di daerah lain akhir- akhir ini.
Saat ini, kata wali kota, semua aksi lingkungan hidup selalu dikaitkan dengan perubahan iklim. Mulai dari lingkungan rumah tangga sampai lingkungan yang global dan massal. Sejalan dengan itu, tema hari Lingkungan Hidup 2009 pun mengajak kita dan mengangkat tema bersama selamatkan bumi dari perubahan iklim sehingga dengan begitu akan tumbuh komitmen bersama walaupun di tingkat lokal, untuk bersama-sama menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.
“Dengan kuis ini saya harap dapat meningkatkan kesadaran dan merangsang khususnya bagi semua staf di lingkungan Pemkot Bontang dalam menjaga dan mengatasi masalah lingkungan. Aksi nyata kita dalam menjaga lingkungan adalah hal yang sangat penting, mengingat bumi yang kita tempati telah menjadi renta sebelum waktunya akibat ulah manusia,” kata wali kota.
Wali Kota juga menambahkan, pelestarian lingkungan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak dan harus dilakukan secara simultan mulai dari pemerintah sampai ke kelompok-kelompok masyarakat.
“Saya bukan ahli lingkungan atau peneliti lingkungan. Saya adalah seorang pemimpin yang akan mewarisi sebuah kota. Oleh karena itu saya punya obsesi untuk tidak mewariskan Bontang dengan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan rusaknya pondasi kota. Untuk itulah, marilah kita bersama-sama untuk dapat menjaga kelestarian alam dan lingkungan, sebab dengan lingkungan yang selalu terjaga tentu kita dapat terhindar dari berbagai bencana yang menerpa seperti didaerah lain,” papar Sofyan. (hms4)
(Sumber: http://www.kaltimpost.web.id/index.php?mib=berita.detail&id=28224)
Atasi Krisis Air dan Minimalisasi Dampak Pemanasan Global
BONTANG - Pembuatan lubang resapan atau sumur biopori, adalah satu cara yang ditempuh Pemkot Bontang untuk mengatasi dan mencegah krisis air serta meminimalisasi dampak pemanasan global. Bahkan, Wali Kota Sofyan Hasdam telah mencanangkan pembuatan 10 ribu sumur biopori tahun ini.
“Banyak negara yang akan mengalami krisis air. Salah satunya adalah Indonesia. Nah, lubang biopori ini saya harap bisa menghindarkan Indonesia, khususnya Bontang dari krisis air. Apalagi, sumber air kita hanya mengandalkan air bawah tanah. Untuk itu, sosialisasi sumur resapan ini harus kita tingkatkan terus agar masyarakat semakin sadar manfaatnya,” kata Sofyan Hasdam.
Bersama elemen masyarakat Tanjung Laut Indah, seperti, Lurah, Babinsa, Anggota PKK, LPM dan seluruh Ketua RT, Sofyan dan isterinya Neni Moerniaeni, Senin (15/6) kemarin, juga terlihat membuat sumur biopori. Dalam waktu 3 jam, puluhan sumur biopori berhasil dibuat di sepanjang Jalan Tongkol Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan.
“Kalau dikerjakan ramai-ramai, pasti jumlahnya bisa lebih banyak. Lihat saja, hari ini sudah puluhan sumur biopori yang kita buat,” kata Sofyan seraya terus memutar alat yang digunakan untuk membuat sumur biopori. Saat membuka kaus tangan yang dipakainya, wajah Sofyan terlihat keheranan. Karena ternyata, kedua telapak tangannya berubah warna, merah muda dan lecet.
“Wah ternyata tangannya jadi lecet gini. Tadi sih asyik aja mutar-mutar alatnya. Jadi nggak terasa kalau telapak tangannya lecet. Tapi nggak apa-apa, demi mencegah krisis air dan meminimalisasi dampak pemanasan global,” tuturnya.
Untuk mencapai target pembuatan sepuluh ribu sumur biopori, masing-masing kelurahan pun diwajibkan membuat sumur biopori lingkungan masing-masing.
“Target pembuatan sumur biopori untuk masing-masing kelurahan, sebenarnya hanya sekitar 725 sumur biopori. Tapi di Kelurahan Tanjung Laut Indah, kami sudah membuat sekitar 800 sumur biopori. Hari ini saja, ada sekitar 60 sumur biopori yang kami buat. Alhamdulillah, hari ini Pak Wali dan Bu Wali juga hadir. Jadi masyarakat makin semangat membuat lubang biopori,” jelas Rasyid Syarif, Ketua LPM Tanjung Laut Indah.
Menurut Rasyid Syarif, selain pembuatan sumur biopori, warga Tanjung Laut Indah juga secara rutin menggelar bakti sosial dengan membersihkan lingkungan sekitarnya.
“Minggu lalu, kami juga mengadakan bakti sosial di kawasan pesisir. Kami membersihkan sampah di laut dan mengangkutnya ke darat. Sampah laut yang berhasil kami kumpulkan di darat, kemudian diangkut dengan menggunakan truk sampah dari Dinas Kebersihan, Pertamanan dan PMK. Kami juga berencana untuk meneruskan pembuatan sumur biopori seperti ini,” kata Rasyid Syarif. (hms3)


